KOLEKSI PUSTAKA

KOLEKSI PUSTAKA

MENANTI DIBACA

MENANTI DIBACA

MEMBACA

MEMBACA

BUKU PUN TERSENYUM

BUKU PUN TERSENYUM
TERIMAKASIH ANDA TELAH BERKUNJUNG - SELAMAT MEMBACA - TIADA HARI TANPA BELAJAR dan MEMBACA ^_^

Cerita Tahun 2070

Surat Yang ditulis Tahun 2070

www ww w www w

Wwwwww w w ww w wwwwwwww wwwwwww w w w wwwww ww w w w www wWwwwww w w ww w wwwwwwww wwwwwww w w ww

www ww w www wWwwwww w w ww w wwwwwwww wwwwwww w w w wwwww ww w w w www w

Wwwwww w w ww w wwwwwwwwWwwwww w w ww w wwwwwwww wwwwwww w w w wwwww ww w w w www wWwwwww w w ww w wwwwwwww wwwwwww w w ww

www ww w www wWwwwww w w ww w wwwwwwww wwwwwww w w w wwwww ww w w w www w

Wwwwww w w ww w wwwwwwww

















Sekarang tahun 2070

Saya baru masuk usia 50,

Namun saya tampak dan merasa spt 85.

Saya mempunyai masalah serius dengan ginjal, karena saya kurang minum air.

Saya khawatir, saya tidak punya waktu lama lagi untuk hidup

Saya adalah salah seorang yang tertua di lingkungan saya.



Saya ingat ketika saya berusia 5 tahun.

Semuanya sangat berbeda.

Banyak pohon ditaman, banyak rumah dengan kebun yang asri,

dan dapat menikmati hujan gerimis barang setengah jam .

Sekarang saya menggunakan kain dengan minyak mineral untuk membasuh tangan.



Dahulu, wanita mempunyai rambut yang indah.

Sekarang, kita harus cukur gundul agar tidak perlu mencucinya dengan air.

Dan ayah mencuci mobilnya dengan air dari PDAM.

Sekarang, anak saya tidak percaya bahwa air disia-siakan hanya untuk cuci mobil.


Saya ingat ada seruan

HEMAT AIR

melalui poster, radio dan TV, tapi tidak ada yang peduli.

Kami kira air akan selalu ada sampai kapanpun.

Sekarang, sungai, danau, waduk, dan air tanah kering dan tercemar.



Industri terhenti samasekali,

pengangguran tinggi sekali.

Instalasi penyulingan air laut merupakan kesempatan kerja utama

dan tenaga kerjanya mendapatkan imbalan berupa air minum.

Memperebutkan sekaleng air di jalanan suatu hal yang biasa.

Makanan 80 % sintetis.



Dahulu direkomendasikan untuk minum 8 gelas per hari.

Sekarang, saya hanya diperbolehkan minum setengah gelas per hari.

Kita sekarang harus memakai pakaian sekali pakai,

Ini berarti akan meningkatkan sampah dalam jumlah yang besar.

Kita pergunakan septic tanks,

karena sistem sanitasi tidak dapat bekerja akibat kekurangan air.


Semua orang tampak mengerikan: berkeriput akibat dehidrasi,

penuh luka disebabkan oleh radiasi ultra violet,

akibat lapisan ozon hampir hilang.

Kanker kulit, infeksi saluran pencernaan dan saluran kemih

Merupakan penyebab kematian utama.



Karena mengeringnya kulit yang berlebihan,

anak muda usia 20 tampak seperti 40 tahun.

Para Ilmuwan tidak mempunyai solusi terhadap masalah ini.

Air tidak dapat diproduksi, oksigen tidak cukup akibat kurangnya pepohonan dan tumbuh-tumbuhan, dan kemampuan intelektual generasi muda sangat terganggu.



Bentuk spermatozoa di banyak laki-laki telah berubah.

Sebagai konsekuensinya, bayi lahir tidak sempurna, mutasi / berubah dan cacat fisik.

Tingkat Harapan Hidup hanya 35 tahun.

Air menjadi harta karun yang didambakan.

Zona hijau yang dilalui sungai dijaga oleh tentera bersenjata.



Tempat dimana saya tinggal, tidak ada pohon, karena sangat jarang hujan.

Kalau ada hujan, tentu hujan asam.

Dahulu kita telah diingatkan untuk memelihara lingkungan, tapi tidak ada yang peduli.



Saya bercerita kepada anak saya tentang lapangan hijau, bunga yang indah, hujan, bagaiman dulu kami berenang dan ikan-ikan di sungai dan waduk, minum air sesuka kami dan betapa sehatnya orang-orang ketika itu.

Dia bertanya:

Ayah! Mengapa sekarang tidak ada air?



Salahkah saya ?

Generasi saya telah menghancurkan lingkungan.

Kami tidak mengindahkan tanda-tanda peringatan bahaya.

Sekarang anak-anak kita harus membayar sangat mahal!

Segera, saya berfikir,

hidup di bumi tidak memungkinkan,

akibat kerusakan alam telah mencapai taraf yang tidak dapat diubah lagi.


Bagaimana kalau saya kembali ke masa lalu dan menjadikan umat manusia memahami …………….

...kita masih punya waktu untuk menyelamatkan Planet Bumi kita.

(Artikel dipublikasikan di majalah, "Crónicas de los Tiempos“, April 2002)

Poskan Komentar